Zwitsal, Tetapkan E-Commerce sebagai Kanal Strategis

Samuel Pandhega, Head of Digital Commerce Unilever Indonesia.

Tidak ada yang berani menyangkal bila dikatakan bahwa Zwitsal adalah salah satu merek yang populer di kalangan ibu-ibu. Maklumlah, produk perawatan bayi dan anak ini meluncur ke pasar sejak 1972. Jenis produk dan kemasan botol plastiknya yang dominan dengan warna kuning juga sudah familier bagi para ibu.

Secara garis besar, seperti terpampang di situs web-nya, produk Zwitsal terdiri dari empat macam (subkategori), yakni Zwitsal Natural, Zwitsal Classic, Zwitsal Extra Care, dan Zwitsal Kids. Jenis produknya tentu sangat beragam, yang populer di antaranya: baby shampoo, baby bath, baby hair lotion, baby powder, telon oil, baby liquid powder, dan baby wipes. Untuk perawatan anak (Zwitsal Kid), tersedia aneka produk sampo (terdiri dari Natural, Beauty, dan Active).

Seiring dengan perkembangan pasar e-commerce di Indonesia, Unilever Indonesia pun memanfaatkannya untuk memasarkan produk-produknya, termasuk Zwitsal. “Unilever Indonesia merupakan salah satu perusahaan fast moving consumer goods (FMCG) yang pertama masuk ke pasar e-commerce pada tahun 2016,” kata Mahnessa Siregar, Head of Marketing Personal Care, Deodorant & Baby Category Unilever Indonesia.

“Sejak saat itulah produk Zwitsal juga mulai dijual melalui Unilever Official Store bersama dengan merek-merek Unilever lainnya,” Mahnessa menambahkan.

Menurut Samuel Pandhega, Head of Digital Commerce Unilever Indonesia, dalam mengelola kanal e-commerce, perusahaannya memiliki tim sendiri di bawah Divisi Customer Development. Tim e-commerce Unilever ini berfokus pada dua hal, yakni membuat strategi untuk setiap merek Unilever (termasuk Zwitsal) dan bertindak sebagai key account yang setiap hari berinteraksi secara langsung dengan para mitra e-commerce dalam memastikan pemenuhan kebutuhan konsumen.

“Adanya tim khusus yang menggarap kanal e-commerce ini membuat kami lebih tangkas dalam merespons kebutuhan konsumen yang semakin cepat,” kata Samuel. Di platform e-commerce, Zwitsal masuk dalam Unilever Official Store bersama merek-merek Unilever lainnya. Namun, sejalan dengan perkembangan komunitas TikTok, merek ini juga membuka TikTok Shop.

Baca Juga  Biaya Konsumsi Listrik Neta V Lebih Efisien

“Untuk memperluas jangkauan dan makin mendekatkan diri dengan konsumen, Zwitsal telah hadir di semua platform e-commerce,” kata Samuel. Mulai dari Shopee, Tokopedia, Lazada, Blibli, TikTok, Klik Indomaret, Alfagift, hingga kanal-kanal e-groceries dan platform quick commerce lainnya.

“Dengan meningkatnya penggunaan internet, kanal online bukan lagi hanya untuk melakukan transaksi, tetapi juga untuk memperkuat engagement dan mendapatkan inspirasi.”

Mahnessa Siregar, Head of Marketing Personal Care, Deodorant & Baby Category Unilever Indonesia

Mahnessa menyebutkan, pihaknya selalu memastikan bahwa setiap strategi kampanye dan promosinya relevan dengan apa yang dibutuhkan konsumen dan juga selalu on trend. Khusus untuk merek Zwitsal, Unilever terus berupaya mengomunikasikan unique selling point Zwitsal sebagai merek Mom & Baby yang ada sejak 1972 dengan keunggulan produk yang telah teruji hypoallergenic, sehingga dapat digunakan pada kulit bayi yang sensitif sekalipun.

Untuk mendukung promosi merek Zwitsal di ranah e-commerce, Unilever menjalankan sejumlah langkah aktivasi merek. Di antaranya, menggandeng sejumlah tokoh influencer untuk meningkatkan brand awareness, melakukan promo bundling dan memberikan gifting packages, serta menjalankan promosi tematik.

Di luar Unilever Official Store, Unilever juga memfasilitasi beberapa mitra toko seperti mitra omnichannel-nya, dari Hypermart, Alfamart, Lotte Mart, TipTop, Diamond, AEON, hingga beberapa nama lain yang juga memiliki toko di platform e-commerce.

Menurut Mahnessa, pertumbuhan penjualan Zwitsal di pasar e-commerce dalam tiga tahun terakhir masih sangat baik. Pasalnya, Unilever memastikan e-commerce sebagai kanal strategis untuk memenuhi kebutuhan konsumen dan semakin fasihnya konsumen untuk berbelanja online.

Dari pengalaman Unilever, disebutkan Mahnessa, ada sejumlah kunci sukses menjual produk di platform e-commerce. Di antaranya, menghadirkan portofolio produk yang tepat bagi konsumen, terus berinovasi, menjalankan kampanye dan promosi yang menarik, serta menjalankan strategi digital yang terintegrasi untuk membangun awareness, consideration, dan conversion.

“Dengan meningkatnya penggunaan internet, kanal online bukan lagi hanya untuk melakukan transaksi, tetapi juga untuk memperkuat engagement dan mendapatkan inspirasi,” kata Mahnessa. (*)

Joko Sugiarsono & Herning Banirestu

www.swa.co.id



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *