Tak Terima Suratnya Dijawab Chat WA

Kamis, 10 Agustus 2023 – 11:54 WIB

Jakarta – Komandan Puspom (Danpuspom) TNI Marsekal Muda Agung Handoko mengatakan bahwa Mayor Dedi Hasibuan (DFH) merasa tidak terima atas jawaban dari tim penyidik yang menangani kasus saudaranya, Ahmad Rosid Hasibuan (ARH).

Baca Juga :

Danpuspom TNI: Kedatangan Mayor Dedi ke Polrestabes Medan Show of Force ke Penyidik

Oleh sebab itu, Mayor Dedi memimpin sebanyak 40 personel TNI untuk menggeruduk Polrestabes Medan.

Anggota TNI AD datangi Polrestabes Medan

Anggota TNI AD datangi Polrestabes Medan

Baca Juga :

Demo Buruh Hari Ini, 6.612 Personel Gabungan Disiagakan

Agung menjelaskan bahwa Mayor Dedi berkirim surat kepada Kakumdam Bukit Barisan, Kolonel M Irham Djannatung, lewat surat tertulis pada 31 Juli 2023. Surat pemberian bantuan hukum kemudian terbit sehari kemudian.

Adapun surat bantuan hukum itu diminta oleh ARH kepada Mayor Dedi selaku saudaranya.

Baca Juga :

Terpopuler: Ferdy Sambo Lolos Hukuman Mati, Wakil Wali Kota Surabaya Dibentak AKBP

“Setelah mengetahui keponakannya ditahan, DFH melaporkan kepada atasannya, dalam hal ini Kakumdam Bukit Barisan (BB) untuk dapat difasilitasi diberikan bantuan kepada keponakannya tersebut. Selanjutnya, DFH (Dedi Hasibuan) mengajukan surat tertulis kepada Kakumdam pada tanggal 31 Juli 2023 untuk diberikan fasilitas bantuan hukum dalam proses hukum yang dihadapi saudara Ahmad Rosid Hasibuan di Polrestabes Medan,” kata Agung dalam konferensi pers di Mabes TNI, Jakarta Timur, Kamis, 10 Agustus 2023.

“Hal ini dikuatkan dengan surat kuasa dari Ahmad Rosid Hasibuan kepada tim kuasa hukum sebanyak 14 personel dari Kumdam I Bukit Barisan sebagai penerima kuasa yang ditandatangani di atas materai,” sambungnya.

img_title



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *