Kalbe Farma (KLBF) Pacu Pembangunan Berkelanjutan

Foto : Kalbe.

PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) atau Kalbe menerima anugerah Proper Emas 2023 yaitu Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup sebagai salah satu tolok ukur keterlibatan perusahaan dalam upaya pembangunan berkelanjutan. Presiden Direktur Kalbe Farma, Vidjongtius, menerima Anugerah Proper Emas 2023 dari Wakil Presiden, H. Ma’ruf Amin, di Jakarta pada Rabu pekan ini.  

Pada tahun 2023, selain fokus pada kerusakan lingkungan dan pencemaran,  penilaian Proper Emas juga menyoroti aspek berkelanjutan lainnya, yaitu pengentasan kemiskinan, pengurangan kesenjangan, pemberdayaan perempuan, sistem pangan yang sehat untuk manusia dan ekosistem, serta mengubah sistem energi untuk meningkatkan efisiensi dan transisi menuju energi bersih.  

Kategori Proper Emas diberikan kepada perusahaan telah melakukan pengelolaan lingkungan hidup lebih dari yang dipersyaratkan oleh peraturan yang berlaku, secara konsisten menunjukkan keunggulan pengelolaan dampak lingkungan dalam proses produksi dan jasa, melakukan upaya pembangunan berkelanjutan serta melaksanakan bisnis yang beretika dan bertanggung jawab terhadap masyarakat .  “Kalbe berkomitmen untuk ambil bagian dalam pembangunan berkelanjutan. Sebagai perusahaan di sektor kesehatan, Kalbe peduli dan berperan aktif dalam menangani berbagai isu ketimpangan kesehatan di Indonesia, seperti stunting, penyakit TB, diabetes  serta perbaikan akses kesehatan, “ kata Vidjongtius pada siaran pers yang dilansir SWAonline pada Sabtu (23/12/2023).

Sejak 2014 Indonesia telah memiliki Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk memperbaiki isu ketimpangan kesehatan itu.   Pemerintah Indonesia telah memiliki strategi memperkuat akses dan mutu pelayanan kesehatan di Indonesia, seperti peningkatan pelayanan kesehatan yang menyeluruh meliputi promosi kesehatan, pencegahan, diagnosa, penanganan dan pengelolaan penyakit, rehabilitasi dan pelayanan paliatif.  

Lebih lanjut, pemerintah mendorong peningkatan produksi obat dan alat kesehatan dalam negeri. “Melalui sumber daya dan infrastruktur yang dimiliki Kalbe, kami akan terus berperan dalam mendukung tujuan pembangunan nasional khususnya di bidang kesehatan,” kata Vidjongtius.

Baca Juga  AKR Corporindo, Menunggangi Perkembangan Tren di Dunia Industri

Saat ini, lanjut Vidjongtius, Kalbe terus mendukung tanggung jawab pemerintah untuk memastikan ketersedian produk farmasi dan alat kesehatan, misalnya dengan menerapkan tata cara distribusi yang berkualitas sesuai CDOB (Cara Distribusi Obat Baik),  memberikan akses produk obat yang terjangkau dan  berkualitas melalui Obat Generik HJ Biru, mengembangkan produk dalam negeri dengan TKDN tinggi serta terus melakukan R & D untuk pengembangan produk biologics, dan memberikan layanan terintegrasi untuk pasien kanker melalui  edukasi, pengobatan dan treatment penyakit kanker yang menjangkau lebih dari 170 ribu pasien.

Terkait target pemerintah menurunkan angka stunting,  Kalbe juga mendukung program pemerintah dalam pengentasan stunting melalui ketersediaan produk nutrisi ibu dan anak, edukasi 1.000 HPK, intervensi nutrisi untuk anak dan ibu hamil, serta deteksi dini gejala pada anak.

Vidjongtius menambahkan inisiatif yang telah dilakukan Kalbe sejalan dengan tujuan Proper.   Isu lingkungan tentu menjadi fokus penting dalam keberlanjutan perusahaan.   Upaya renewable energy di fasilitas produksi,  meminimalisasi jejak karbon atau carbon footprint melalui kendaraan sepeda motor listrik untuk distribusi di perkotaan,  memperkuat ekosistem bisnis melalui SHSSESA  (Supplier Health Safety Security Environment Social Assessment),  dan mengimplementasi green manufacturing merupakan upaya perusahaan berkontribusi di bidang lingkungan.

Kalbe mendukung upaya KLHK melalui Proper yang  mengangkat tema Extraordinary Turnaround, yaitu mengatasi kemiskinan, pemberdayaan perempuan, ketimpangan, sistem pangan yang sehat dan juga transisi energi. “Anugerah Proper Emas ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan akses kesehatan untuk masyarakat dan menjalankan praktik pembangunan berkelanjutan,” tutur Vidjongtius.



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *