Jambore Dunia Bermasalah Berakhir, Pemerintah Korea Selatan Didesak Buka Penyelidikan

TEMPO.CO, Jakarta – Korea Selatan menggelar konser K-pop pada Jumat malam untuk mengakhiri perhelatan Jambore Dunia Pramuka ke-25 yang terbelit sejumlah masalah, termasuk cuaca ekstrem dan pelaksanaan yang buruk.

Sekitar 43.000 remaja pramuka sedunia berkumpul untuk menyaksikan konser yang bintang utamanya adalah NewJeans dan IVE di stadion Piala Dunia Seoul.

“Saya meminta maaf kepada para anggota pramuka menderita dari gelombang panas yang tidak terduga dan topan yang disebabkan oleh perubahan iklim,” kata Perdana Menteri Han Duck-soo saat upacara penutupan seperti dilansir Reuters.

Han sebelumnya mengatakan bahwa pemerintah akan “menggunakan segala sumber daya untuk memastikan jambore akan berakhir dengan aman”.

Panitia telah bersusah payah menghindari permasalahan lebih lanjut dalam jambore yang menghabiskan dana hingga 100 miliar won atau Rp1,1 triliun tersebut. Ini merupakan acara besar pramuka sedunia pertama sejak pandemi COVID-19.

Sejak berlangsungnya kegiatan pekan lalu, ratusan peserta sakit akibat suhu udara tinggi mencapai 35 derajat Celcius di Saemangeum, kawasan reklamasi di pantai barat Korsel. Di lokasi tersebut, pramuka berusia 14-18 tahun itu mendirikan perkemahan mereka.

Sekitar 43.000 anak muda dari 158 negara terperangah oleh gelombang panas, serangga, toilet kotor, makanan yang tidak memadai, dan kurangnya layanan yang melanda jambore.

Kontingen Inggris yang berisi ribuan peserta memutuskan untuk meninggalkan lokasi perkemahan lebih awal. Rombongan pramuka AS dan Singapura juga mengikuti jejak Inggris, menyebabkan sorotan global atas persiapan acara yang buruk.

Para pramuka yang bertahan kemudian dievakuasi atas kekhawatiran mengenai keselamatan mereka karena topan yang bergerak mendekat, dan diangkut oleh lebih dari 1.000 bus menuju akomodasi sekitar Seoul.

“Ini benar-benar memalukan nasional. Itu pasti akan tercatat dalam sejarah sebagai salah satu acara internasional terburuk yang diselenggarakan oleh Korea Selatan,” kata Choi Jin, seorang analis di think tank Presidential Leadership.



Quoted From Many Source

Baca Juga  Pertamina NRE Banjir Pencapaian di Tahun 2023 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *