Cetak Pemimpin dari Dalam, Dompet Dhuafa Siapkan Tiga Program Pengembangan

Prima Hadi Putra, Direktur Komunikasi & Teknologi Dompet Dhuafa. (Ihsan/Mix)

Dompet Dhuafa menyadari bahwa pemimpin memainkan peran kunci dalam menentukan keberlanjutan organisasi. Pemimpin yang efektif dapat mengarahkan tim, mengambil keputusan strategis, dan menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan jangka panjang. Karenanya, sejak 2021 lembaga filantropi Islam sekaligus lembaga kemanusiaan yang bergerak untuk pemberdayaan umat (empowering people) ini telah menyiapkan Pipeline Leadership Program yang terdiri dari tiga level pengembangan kapasitas pemangku organisasi.

Di level dasar, Dompet Dhuafa fokus terhadap Leading Team yang di dalamnya adalah supervisor atau coordinator melalui Leadership Enrichment & Acceleration Program (LEAP). Program ini ditujukan untuk mengenalkan kompetensi manajerial dan keterampilan pengetahuan organisasi bagi para kader calon pemimpin organisasi di Dompet Dhuafa.

Selama enam bulan, insan muda Dompet Dhuafa akan dipandu oleh para mentor ahli untuk belajar mengenai strategi penghimpunan dana, pengelolaan dan pendayagunaan dana, pengetahuan tentang Manajemen Pengelolaan Lembaga Zakat, hingga isu-isu kemanusiaan. Dengan demikian diharapkan akan tercipta talenta-talenta yang siap untuk memimpin Dompet Dhuafa di masa mendatang.

Di level tengah ada MIND (Managerial Insight & Development) berupa program pengembangan leadership yang ditujukan untuk para leading functions yaitu manager. “Program ini berupaya agar pemimpin di level tengah bisa mulai memikirkan untuk memberikan kontribusi strategis bagi organisasi,” ujar Prima Hadi Putra, Direktur Komunikasi & Teknologi Dompet Dhuafa dalam acara Creating Leader From Within yang diselenggarakan oleh SWA Media Group di Jakarta, (29/11/2023).

Level selanjutnya adalah program LEAD atau Leadership Academy of Dompet Dhuafa. Program ini ditujukan untuk para leading organization yaitu general manager dan direktur agar bisa mengasah keterampilan bisnis strategisnya. “Melalui program ini seluruh rekan-rekan baik itu BOD, BOD-1 bisa memberikan keberlanjutan dari berjalannya organisasi,” tambahnya.

Baca Juga  Tiga Hal Ini Wajib Diperhatikan dalam Membangun Usaha

Selain pengembangan kapasitas, Dompet Dhuafa juga membekali para kader dengan sertifikasi kompetensi BNSP seperti sertifikasi Amil, sertifikasi Nazir, dan sertifikasi kompetensi lainnya. Dengan perubahan yang semakin cepat, Prima pun meyakini bahwa skill yang paling penting dimiliki oleh pemimpin agar bisa memimpin organisasinya di masa depan adalah kemampuan untuk beradaptasi, bisa menerima hal-hal baru baik itu berasal dari dalam maupun luar organisasi. “Dengan kemampuan beradaptasi, maka kita akan terus belajar dan bisa memberikan kontribusi yang lebih pada organisasi,” tuturnya.

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *