Berkaca dari Kasus Anak Bunuh Ibu di Depok, Kesalahan Pola Asuh Ini Kerap Diterapkan Orang Tua

TEMPO.CO, Jakarta – Kasus anak yang tega menghabisi nyawa ibu kandungnya dan menganiaya ayahnya di Tapos, Depok, masih ramai diperbincangkan. Adalah Rifki Azis Ramadhan, pemuda 23 tahun yang sampai hati melakukannya. Menurut pengakuannya, ia kerap dimarahi sejak kecil dan sakit hatinya dipendam sampai akhirnya meledak jadi dendam hingga tega berbuat kekerasan pada kedua orang tuanya.   

Hal ini bisa menjadi perhatian pada para orang tua agar berhati-hati menerapkan pola asuh anak. Beberapa penelitian menunjukkan pola asuh yang kerap dilakukan akan berdampak pada perkembangan anak.

Naluri orang tua dalam pola asuh akan selalu melindungi dan merawat anak. Namun, dalam melakukannya penting untuk mewaspadai semua kesalahan pengasuhan yang akan berdampak negatif pada masa depan anak. Berikut beberapa kesalahan yang harus dihindari orang tua, dilansir dari Times of India.

Tak Ungkapkan rasa sayang 
Orang tua boleh sangat sangat sayang anak. Tetapi jika tidak mengatakannya secara langsung maka anak tidak akan tahu. Apa yang diinginkan anak dalam hidup adalah membuat orang tua bangga, bersenang-senang, dan yang paling penting dihargai dan diakui atas usaha mereka. Sebagai orang tua, jika gagal melakukannya, hal itu dapat merusak jiwa anak dan mempengaruhi masa depan. Karena itu, jangan pernah ragu memberi tahu anak Anda menyayangi dan menghargai keberadaan mereka.

Kendalikan keputusan dan pilihan hidup
Ada kalanya orang tua harus membiarkan anak-anak membuat keputusan penting. Mengontrol setiap aspek kehidupan akan membuat anak merasa dibatasi dan membuat mereka meragukan diri sendiri. Mampu mengambil keputusan juga dapat memberikan kepercayaan diri untuk bertindak.

Iklan

Batasi ruang 
Orang tua harus memberi anak ruang yang cukup. Hormati batasan dan jangan melanggar privasi. Ketika anak-anak tumbuh, mereka ingin mendapatkan kendali atas hidup. Orang tua juga perlu memantau tanpa membuat mereka merasa diawasi. Jika tidak memberikan ruang, anak mungkin tidak mempercayai orang tua atau menjadi curiga sehingga akan berbohong. Meskipun ini sifat umum, mereka akan terus bohong sampai dewasa.

Baca Juga  Vespa dan Batik Riding Serentak di Lima Kota

Jangan bertengkar di depan anak
Jangan pernah berdebat atau bertengkar di depan anak-anak. Ini akan meninggalkan dampak trauma yang bertahan lama, yang dapat membuat mereka meragukan hubungan sendiri di masa depan. Orang tua adalah panutan maka harus memberikan contoh cinta, kepercayaan, dan kesetiaan.

Harapan tinggi pada anak
Setiap anak tak sama dan memiliki potensi berbeda. Memiliki harapan yang tinggi hanya akan menekan anak untuk lebih banyak bekerja dan tidak bermain. Mereka juga perlu istirahat dan jika orang tua terus mendorong terlalu banyak, mereka tidak akan memiliki masa kanak-kanak yang dibutuhkan. Ini juga dapat mempengaruhi masa depan anak di kemudian hari.

Pilihan Editor: Pengaruh Trauma Masa Kecil pada Respons Orang saat Hadapi Masalah



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *