Apindo Proyeksikan Ekonomi RI pada 2024 Tumbuh 4,8 – 5,20%

Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani.

Asoiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) kembali merilis outlook ekonomi dan bisnis sebagai gambaran perekonomian makro serta iklim bisnis-investasi pada 2024. Secara makro, APINDO memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada dalam rentang 4,80% (YoY) hingga 5,20% (YoY). 

Ketua Umum APINDO Shinta Widjaja Kamdani mengatakan proyeksi rentang pertumbuhan terendah yang melemah di bawah level 5% disebabkan faktor tren perlambatan ekonomi global akibat situasi geopolitik, inflasi dan suku bunga yang masih tinggi. Suku bunga kredit di Indonesia yang tinggi turut berkontribusi pada perlambatan pertumbuhan ekonomi, sejalan dengan meningkatnya biaya operasional pelaku usaha. 

“Secara makro, kondisi ekonomi 2023 relatif resilien di tengah ketidakpastian global, sehingga pertumbuhan ekonomi tahun kemarin diperkirakan kisaran 5%. Lalu merujuk survei internal APINDO terhadap sekitar 2.000 pelaku usaha lintas sektor dan lintas skala usaha, pertumbuhan 2024 diprediksi ada kisaran 5%,” ujar Shinta di Jakarta (08/01/2024).

Tahun ini, Shinta melanjutkan, sektor dengan kontribusi PDB terbesar (leading sectors) akan kembali didominasi oleh sektor industri pengolahan, pertanian, perdagangan, pertambangan dan konstruksi. Di mana setiap sektor tersebut diproyeksikan akan menguasai >10% porsi distribusi dalam PDB tahun 2024. 

Sektor manufaktur juga masih akan terus berada di level ekspansif, sedangkan transportasi dan pergudangan sektor akomodasi-makan minum akan menjadi sektor dengan laju pertumbuhan terpesat. Sektor pariwisata diprediksi dapat merealisasikan target untuk berkontribusi 4,5% dari PDB nasional seiring dengan peningkatan mobilitas kunjungan wisatawan Nusantara maupun mancanegara.

“Inflasi tahun 2024 diperkirakan akan terjaga di kisaran 3,0%, sedangkan nilai tukar rupiah terhadap US$ tahun 2024 berada di kisaran Rp15.100-15.600 per dollar US$. Proyeksi penguatan didasarkan pada perkiraan inflasi yang terkendali dan kebijakan moneter BI tahun 2024 untuk berfokus pada pro-stability. Namun, tren higher for longer yang bertahan sampai pertengahan tahun 2024 masih memungkinkan tergerusnya nilai tukar hingga di atas Rp15.500,” ungkapnya.

Baca Juga  Peluncuran Fatwa ETF Syariah Tingkatkan Literasi Pasar Modal Syariah

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *