AKR Corporindo, Menunggangi Perkembangan Tren di Dunia Industri

Di ranah bisnis distribusi produk kimia, nama PT AKR Corporindo Tbk. sudah amat dikenal. Maklumlah, bisnis distribusi bahan kimia dasar ditekuninya sejak 1960. AKR sudah membangun jaringan infrastruktur logistik bahan kimia ini dan bekerjasama erat dengan prinsipalnya, PT Asahimas Chemical.

Suresh Vembu, Corporate Secretary AKR.

Sejak 1970 AKR membangun banyak infrastruktur logistik di Indonesia, termasuk dalam wujud pelabuhan. Kemudian, sejak 2005 AKR mengembangkan bisnisnya dengan merambah bisnis ritel energi, yakni bisnis distribusi BBM. Lalu, dengan dorongan untuk memperoleh recurring income, AKR mengembangkan keahliannya untuk membangun industrial estate.

Menurut Suresh Vembu, Corporate Secretary AKR, ada sejumlah tantangan bagi perusahaan dalam perjalanan bisnisnya. Tantangan pertama, bagaimana bisa menjamin pasokan bahan baku dan energi bagi perusahaan industri di Indonesia. Pasalnya, biaya logistik di negara ini masih tergolong tinggi, mencapai 24% dari PDB; sebagai perbandingan, Thailand hanya 15% PDB, Malaysia 13%, bahkan Singapura 8%.

Tantangan kedua, bagaimana mengelola margin yang sehat, karena berfluktuasinya harga komoditas. Tantangan ketiga, bagaimana mengarahkan foreign direct investment agar masuk ke Indonesia seiring dengan aliran dana investasi ke kawasan Asia Tenggara karena adanya perubahan situasi geopolitik. Dan, tantangan keempat, bagaimana mendukung upaya pengurangan emisi karbon dan peralihan menuju energi yang lebih bersih.

Dengan adanya berbagai tantangan tersebut, AKR berupaya menjawabnya dengan serangkaian rencana aksi transformasi. Pertama, meningkatkan efisiensi biaya logistik dan memastikan pasokan.

Kedua, menyediakan energi yang lebih bersih (energi hijau). Ketiga, mengembangkan kawasan industri terintegrasi dengan pelabuhan laut, agar mampu menarik investor asing dan mendatangkan recurring income bagi AKR.

Bagaimana implementasinya? Pertama, AKR berupaya memfasilitasi perdagangan dengan menyediakan infrastruktur logistik yang efisien. Infrastruktur logistik ini mencakup terminal tank berkapasitas 820.000 kiloliter (untuk bahan kimia dan BBM) di 18 pelabuhan utama laut dan sungai, 250 unit tanker, 14 unit kapal, gudang seluas 50 ribu m2, dan total gerai ritel 160 gerai SPBU (termasuk yang bekerjasama dengan bp (British Petroleum], perusahaan energi asal Inggris.

Nah, untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan operasional dari infrastruktur logistik ini, AKR memanfaatkan Control Tower Monitoring Technology. Sistem ini memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI) untuk merencanakan distribusi sekaligus meningkatkan keamanan. Ada seorang Distribution Planning Officer yang mengoordinasikannya, dibantu oleh Journey Management Officer dan sejumlah inspektur Route & Truck Safety.

Sistem tersebut, antara lain, memantau driver working hours dan driver driving hours. Juga akan memberikan peringatan untuk unauthorized route ataupun unauthorized stop.

Untuk implementasi aksi transformasi kedua, AKR memfasilitasi transisi ke penyediaan energi yang lebih bersih dan diversifikasi untuk BBM lain. Dalam hal ini, AKR berekspansi ke pendistribusian BBM ritel beroktan tinggi dan BBM diesel B35. AKR mendistribusikan BBM subsidi B35 ini melalui 130 SPBU-nya di seluruh Indonesia, termasuk menjangkau daerah 3T (Terdepan, Terpencil, dan Tertinggal) dengan program Satu Harga.

Baca Juga  Tiga Cara Pintar Atur Keuntungan Bisnis

AKR pun membangun jaringan ritel dengan bp, dan menawarkan BBM berkualitas tinggi dengan Active Technology. Masih bersama bp, AKR mengemban bisnis distribusi pelumas merek Castrol, serta menjalankan bisnis BBM aviasi (penerbangan). Ke depan, menurut Suresh, AKR akan mengembangkan potensi energi bersih, seperti gas dan panel surya.

Suresh menjelaskan, terobosan yang dilakukan AKR selalu bertujuan mendukung ESG (Environment, Social, Governance) goals. “Ada banyak program yang telah kami lakukan untuk mengurangi emisi karbon dan konservasi lingkungan hidup di kawasan tempat kami beroperasi,” katanya.

Misalnya, mendukung program pemerintah untuk mendorong bio fuel; solar yang dijualnya sudah dicampur dengan bio fuel. Demikian juga, kawasan industri yang dikembangkannya, Java Integrated Industrial Port Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur, dijadikan sebagai green industrial zone. Semua listrik dan utilitasnya memakai gas atau renewable energy, tidak ada yang menggunakan batu bara.

“Dengan terobosan-terobosan yang kami lakukan itu, pendapatan dan laba bersih AKR naik signifikan.”

Suresh Vembu, Corporate Secretary PT AKR Corporindo Tbk.

Sementara itu, untuk implementasi aksi transformasi ketiga, AKR berupaya mengembangkan kawasan industri terintegrasi dengan pelabuhan laut dengan menyediakan fasilitas kelas dunia. PT Berkah Kawasan Manyar Sejahtera, anak usaha AKR, bekerjasama dengan Pelindo III telah mengembangkan JIIPE.

Menurut Suresh, pihaknya menyediakan kawasan industri seluas 1.800 hektare yang sudah terintegrasi dengan pelabuhan dengan area 400 ha. Pada 2021, lokasi ini ditetapkan pemerintah sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (sertifikat operasionalnya diberikan pada 2022).

Di kawasan industri tersebut, ada sejumlah potensi permintaan akan jasa fasilitas penunjang dan utilitas industri, seperti jasa pelabuhan, listrik, air, dan gas. Kesemuanya bisa mendatangkan recurring income bagi AKR.

Baca Juga  Adira Finance, Transformasi Digital dengan Fokus pada Konsumen

Suresh juga mengungkapkan, pihaknya berupaya membuat JIIPE semakin atraktif bagi perusahaan asing yang ingin merelokasi fasilitas produksinya. Benefit yang ditawarkannya, terutama dari segi kemudahan berbisnis (seperti Investasi Langsung Konstruksi dan Perizinan Satu Pintu), insentif fiskal (misalnya, Tax Holiday 10-20 tahun serta pembebasan PPN, Bea Masuk, dan Pajak Impor), serta insentif nonfiskal (seperti Hak Pakai dan HGB hingga 80 tahun dan kemudahan keimigrasian).

Project KEK ini sudah menarik banyak investor,” ujar Suresh. Sejauh ini telah ada 20 tenant yang bergabung di JIIPE. Di samping itu, juga telah ada permintaan lahan industri dari sejumlah industri, seperti industri pengolahan metal dan industri terkait electric vehicle dan energi bersih (clean energy).

Bagaimana hasil transformasi yang sudah dijalankan terhadap kinerja AKR? “Dengan terobosan-terobosan yang kami lakukan itu, pendapatan dan laba bersih AKR naik signifikan, dan ini menjadi kunci penting bagi AKR untuk tumbuh ke depannya,” kata Suresh.

Dia menyebutkan, profit AKR pada 2022 naik 116% dibandingkan tahun sebelumnya. Dan, untuk kuartal I/2023, tercatat pertumbuhan laba bersih sebesar 42% year on year serta pertumbuhan EBITDA 41% YoY. “Dengan capaian seperti itu, saya bisa bilang kami bisa mewujudkan resiliensi finansial AKR,” ujarnya bangga.

Suresh juga mengungkapkan, perusahaan-perusahaan yang masuk ke JIIPE juga ikut mendongkrak profitabilitas AKR. “Kontribusi dari JIIPE sekarang sudah lebih dari 19% dari gross profit AKR,” ujarnya. Dia menyebutkan, targetnya bisa mencapai 30% dari gross profit.

AKR memang menargetkan JIIPE bisa menarik investasi asing senilai lebih dari US$ 16 miliar. “Semua investasi yang telah kami lakukan di JIIPE kini sudah bisa kami panen dan telah berhasil mengembangkan good ecosystem,” katanya.

Capaian lainnya, menurut Suresh, ialah meningkatnya kualitas praktik ESG di AKR Group. Di antara buktinya, semua terminal AKR sudah mendapatkan Proper Biru. Saham AKR juga sudah masuk di semua indeks ESG, termasuk Kehati Index, dan mendapatkan award untuk beberapa investasi di bidang energi bersih (clean energy).

 Di bidang Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), AKR berhasil mencapai tingkat zero fatality dan menurunkan tingkat kecelakaan dan lost time. (*)

Joko Sugiarsono/Arie Liliyah

www.swa.co.id


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *