6 Rencana Strategis JAST Tumbuhkan Pendapatan 15% pada 2024

Jascloud salah satu produk yang akan ditingkatkan oleh JAST pada 2024. (dok JAST)

Pendapatan emiten penyedia jasa teknologi informasi PT Jasnita Telekomindo Tbk (JAST) pada tahun 2023 diproyeksikan mencapai Rp140 miliar atau naik 10% dari 2022. Proyeksi ini disokong dengan pendapatan dari sektor pengadaan tender mencapai Rp 46,6 miliar naik 100% dibanding tahun 2022 sebesar Rp21,8 miliar.

JAST menargetkan pertumbuhan pendapatan 15% pada tahun 2024 mendatang. Untuk mewujudkan target ini, sejumlah rencana strategis sudah ditentukan mulai dari ekspansi hingga inovasi teknologi produknya. 

Corporate Secretary JAST Nathania Olinda mengatakan, perseroan tetap optimistis terhadap proyeksi bisnis tahun depan. Optimisme ini selaras dengan adanya pertumbuhan konektivitas IoT (Internet of Things) yang lebih cepat, dan pergeseran menuju layanan digital yang lebih terintegrasi. 

“(Optimis) juga karena regulasi, kebijakan pemerintah yang mendorong percepatan layanan panggilan darurat 112. Perseroan akan meningkatkan kualitas layanan dan memenuhi kebutuhan stakeholder guna mempercepat pertumbuhan ekonomi di Indonesia,” kata Olinda, Kamis (28/12/2023).

Perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan konsolidasi sebesar 15%. Target ini akan diwujudkan dengan melakukan enam rencana strategis. Pertama, akan ekspansi layanan darurat 112. Target kenaikan 20 kabupaten/kota baru untuk layanan darurat. Kedua, peningkatan projek contact center. Target nilai projek mencapai Rp80 miliar, dengan fokus pada peningkatan kualitas layanan dan diversifikasi layanan kontak.

Ketiga, perseroan akan meningkatkan jascloud dan omnichannel. “Jascloud & omnichannel, peningkatan klien baru ditargetkan lebih dari 15 klien per hari, dengan peningkatan pendapatan melalui strategi up-selling dan crosselling,” kata Olinda.

Keempat, perseroan akan melakukan pengembangan dan pemasaran Artificial Intelligence (AI) & smart city. Dalam hal ini menyelesaikan pengembangan teknologi AI dan solusi smart city serta pemasaran akan produk ini dengan nilai projek Rp50 miliar, fokus ekspansi pasar di Asia Tenggara serta bekerja sama dengan Axxonsoft dan Dell. “Target ekspansi ke pasar Asia Tenggara melalui kolaborasi dengan CCX Pte Ltd di Malaysia dan Singapura, dengan nilai projek yang lebih besar,” ungkapnya.

Baca Juga  Inovasi PHR Berhasil Raih Penghargaan Best Digital Innovation 2023

Kelima, JAST akan mengembangkan dan memasarkan CCTV surveillance as a service & video management service. Perseroan akan fokuskan smart city pada CCTV surveillance as a service dan video management sistem berbasis AI dengan menggandeng PT Jast Indonesia Aman, entitas usaha perseroan.

PT Jast Indonesia Aman adalah suatu perusahaan bidang keamanan yang telah mempunyai izin aktivitas keamanan. Dalam layanan ini, suatu perusahaan tidak perlu lagi berinvestasi CCTV karena telah disediakan oleh perseroan.

Terakhir atau keenam, perseroan akan terus aktif berpartisipasi dalam roadshow IoT Bizlator yang diselenggarakan oleh Kominfo RI. IoT Bizaltor penting untuk menciptakan kolaborasi dengan pemerintah dalam solusi IoT. 

Editor : Eva Martha Rahayu

Swa.co.id



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *